Lini Tengah Madrid Sangat Lemah Dan Butuh Perbaikan

 

Bandar Casino Dan Bola Online Terbaik – Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, menyatakan lini sedang Real Madrid, yang terdiri berasal dari Toni Kroos, Luka Modric, dan Isco, merupakan yang terbaik pernah ia menyaksikan sejak trio Sergio Busquets, Xavi, dan Andres Iniesta di Barcelona.

Para gelandang Madrid menyatakan tampilan sempurna di dua leg semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid, dan menopang tim asuhan Zinedine Zidane masuk final untuk menghadapi Juventus.

Berbicara di BT Sport, Ferdinand mengatakan: “Saya tidak pernah menyaksikan suatu hal yang seperti ini sejak ada Xavi, Busquets, dan Iniesta. Mereka tidak dapat mendekati ketiga pemain tersebut.”

Menurut catatan statistik yang dikeluarkan oleh Squawka, Kroos mencatat kadar umpan berhasil 96 prosen disaat Madrid menghadapi Atletico di leg ke dua di Vicente Calderon semalam.

Lini Tengah Madrid Sangat Lemah Dan Butuh Perbaikan

Sementara itu, Modric menyelesaikan 93 prosen umpan yang ia lepaskan dan tercatat menyebabkan enam bisnis untuk menopang pertahanan timnya.

Isco sendiri mencetak gol tandang yang bernilai disaat Madrid pada akhirnya kalah 1-2 di Calderon, meski pada akhirnya meyakinkan lolos ke final untuk kali ketiga dalam empat musim paling akhir bersama keistimewaan agregat 4-2.

Rio Ferdinand percaya usia dan terhitung minimnya rasa percaya diri telah menyebabkan Fernando Torres tak dapat ulang tampil sehebat dulu.

Torres menggapai puncak karirnya di Liverpool pada 2007 silam, di mana ia mencetak keseluruhan 65 gol dalam 102 laga. Ia sesudah itu rubah ke Chelsea bersama transfer 50 juta pounds di 2011, tapi tak dapat ulang menyatakan performa serupa.

Torres akan selalu dikenang oleh pecinta Chelsea bersama golnya ke gawang Barcelona di Liga Champions, disaat mereka menjadi juara di 2012, yang menurut Ferdinand telah menyebabkan tim La Liga patah hati dan kecewa berat.

Namun sang striker tidak dapat mendapat tempat inti di Stamford Bridge dan usai berhimpun bersama AC Milan, ia ulang ke Atletico Madrid. Sang bomber hanya menyebabkan enam gol dalam 28 laga musim ini.

“Dia adalah pemain yang berbahaya dan sulit dihadapi. Dia mencetak tiga gol di semifinal sepanjang karirnya. Dia terlalu tajam, menyebabkan Barcelona patah hati dan kecewa,” tutur Ferdinand di BT Sport.

“Terkait performa, khususnya lebih dari satu tahun lalu, dia adalah sebuah mimpi jelek untuk dilawan. Dia begitu direct, tapi dia tidak seperti Fernando Torres yang kita kenal sebelumnya.”

“Mungkin karena rasa percaya diri, usia. Siapa tahu?”