Wenger Akan Melupakan Kejadian Dengan Mourinho

 

Bandar Bola Sbobet Maxbet Terpercaya –┬áBos Arsenal, Arsene Wenger, belum lama ini berjanji ia akan meremehkan perseteruannya bersama Jose Mourinho di era lalu.

Arsenal akan menjamu Manchester United di akhir pekan, di mana ke dua tim memerlukan kemenangan demi ambisi finish di empat besar.

Wenger sendiri gagal mencapai kemenangan dari tim asuhan Mourinho di 12 laga Premier League. Kedua manajer termasuk kerap melempar komentar pedas satu serupa lain, di mana manajer Portugal sempat menyebut sang profesor sebagai ‘spesialis gagal’.

Namun sepertinya Wenger punya niat untuk meremehkan semua itu di pertandingan yang akan terjadi nanti.

Wenger Akan Melupakan Kejadian Dengan Mourinho

Ketika ditanya berkenaan pendapatnya soal Mourinho dan United, ia menjelaskan di TV2: “Saya menjunjung semua orang dan pasti saya menjunjung Manchester United.”

“Saya berpikir pertandingan hanyalah pertandingan – dan itu yang paling utama untuk saya.”

United akan khususnya dahulu bermain melawan Celta Vigo di leg pertama semifinal Liga Europa malam nanti.

Mantan manajer Aston Villa, Remi Garde, belum lama ini membela mentornya, Arsene Wenger, bersama menjelaskan ia sedih memandang kritik yang konsisten diarahkan terhadap manajer Arsenal musim ini.

Garde pernah bermain untuk Wenger pada 1996 sampai 1999 sebelum ia menjadi manajer di Lyon dan Villa.

Ia mengaku sedih memandang kritik dari pecinta Arsenal, yang menuntut Wenger mundur di akhir musim, setelah klub kemungkinan besar akan absen di Liga Champions musim depan.

“Dia sosok yang luar biasa. Sulit untuk membayangkan kapan karirnya berakhir. Dia menginspirasi saya. Saya sedih memandang kritik yang diarahkan padanya, sebab dia memberi tambahan prinsip 20 th. di klub yang amat ia cintai,” tutur Garde di Guardian.

Garde pun menjelaskan bahwa para pihak yang mengkritik Wenger tak mengetahui seperti apa sulitnya menjadi seorang manajer di era sepakbola modern.

“Ini adalah pekerjaan yang sulit dimengerti. Masalahnya singgah dari beraneka sudut. Namun sebab inilah kami bahagia melakukannya,” imbuhnya.

“Ketika anda menang, mencapai trofi, disaat anda memandang pemain muda masuk tim utama, anda mulai amat senang. Anda tetap menderita demi satu periode kebahagiaan yang singkat.”